Bakti Pangan Lestari
Program Bakti Pangan Lestari merupakan solusi inovatif dari Yayasan Bakti Barito untuk mengatasi tantangan kritis berupa keterbatasan lahan, kelangkaan sumber daya, dan ancaman perubahan iklim yang mengintai. Mengingat populasi Indonesia diproyeksikan mencapai 318 juta jiwa pada tahun 2045, kami berkomitmen penuh untuk membantu petani kecil beserta keluarganya dalam membangun ketahanan iklim dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Inti dari program ini adalah penerapan sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming), yang didorong oleh filosofi sederhana namun kuat: “Tanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam.” Dengan mengintegrasikan berbagai elemen pertanian secara cermat—seperti tanaman pangan, perikanan, dan peternakan—sistem ini memastikan bahwa petani dapat menghasilkan sumber pendapatan secara harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kemandirian pangan, yang berkembang dari tingkat rumah tangga hingga kedaulatan nasional.
Dampak
per Desember 2023
peningkatan pendapatan petani
ha lahan yang dikembangkan untuk pertanian terpadu
kader kesehatan masyarakat menerima pelatihan
kabupaten (di empat provinsi)
Membina Generasi Petani Masa Depan
Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, kami sangat percaya bahwa kaum muda adalah fondasi sejati dari sistem pangan kita di masa depan. Menyadari bahwa petani muda (usia 20-39 tahun) hanya mencakup 8% dari total populasi petani di Indonesia pada tahun 2019, Bakti Barito menginisiasi program pendidikan vokasi khusus.
Kami merancang dan menyusun kurikulum Usaha Pertanian Terpadu (UPT) untuk membekali para guru dan siswa dengan keterampilan adaptasi iklim yang penting serta teknik pertanian terpadu (permakultur). Kurikulum ini telah disetujui secara resmi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Menandai tonggak sejarah, SMK Negeri 2 Sukoharjo menjadi sekolah menengah kejuruan pertama di Indonesia yang secara resmi membuka Program Keahlian Usaha Pertanian Terpadu untuk tahun ajaran 2023/2024.
Penghargaan Indonesia’s SDG Action Award 2023
Dedikasi kami dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan telah mendapatkan pengakuan nasional. Pada tanggal 10 November 2023, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan penghargaan kepada Yayasan Bakti Barito sebagai juara ketiga dalam ajang Indonesia’s SDG Action Award 2023 untuk kategori Filantropi.
Penghargaan bergengsi ini mengakui program Bakti Pangan Lestari atas pendekatan edukasinya yang signifikan, yang secara aktif membantu petani kecil membangun ketahanan iklim dan ketahanan pangan. Program ini diakui sebagai katalisator langsung yang mendorong kemajuan menuju Target SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).
Ketangguhan Selama Pandemi COVID-19
Kemandirian pangan membuktikan peran vitalnya di masa-masa krisis. Ketika pandemi COVID-19 melanda dan sangat mengganggu stabilitas ekonomi di berbagai sektor, para petani binaan Bakti Barito menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Petani karet binaan kami mampu memenuhi kebutuhan pangan harian keluarga mereka secara mandiri dengan mengandalkan hasil panen dari sistem pertanian terpadu yang telah mereka kembangkan di pekarangan rumah mereka sendiri.
Mitra Dedikasi untuk Bakti Pangan Lestari






