Foto dan video dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Yayasan Sintas Indonesia.
Java-Wide Leopard Survey
Java-wide Leopard Survey (JWLS) merupakan inisiatif nasional yang dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Upaya kolektif ini bertujuan untuk memantau dan memetakan populasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang berstatus kritis di seluruh habitat yang tersisa di Pulau Jawa. Dengan menggunakan kamera jebakan, pengamatan lapangan, dan pemetaan genetik, survei ini menyediakan data berharga untuk mendukung konservasi berbasis bukti bagi spesies yang sulit dijumpai ini.
Untuk kawasan Gunung Halimun-Salak, survei ini didukung oleh kemitraan yang kuat meliputi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), komunitas konservasi lokal, dan Barito Renewables (melalui Star Energy Geothermal Salak) sebagai sponsor regional yang berdedikasi.
Impact
as of August 2025
Kerja sama ini menghasilkan temuan penting: kamera jebakan yang terpasang di TNGHS menangkap keberadaan macan tutul Jawa di 97,5% titik survei, yang mengonfirmasi distribusi luas spesies ini di seluruh kawasan.
Management challenges

Konflik dengan Manusia
Disebabkan oleh kepadatan yang terlalu tinggi, terutama di habitat berukuran kecil (<100 km²) dan menengah.

Perburuan Liar dan Perdagangan
Perburuan dan perdagangan yang dipicu oleh mudahnya akses ke habitat macan tutul Jawa (Adhiasto et al, 2020).

Erosi Genetik
Sebagai akibat dari habitat yang terisolasi satu sama lain.

Conservation Gap
Minimnya informasi mengenai status populasi dan ancaman terhadap macan tutul Jawa.

