Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati di Gunung Halimun-Salak
Konservasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang berstatus kritis terancam punah dan spesies prioritas lainnya dikelola melalui strategi komprehensif di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bentang alam vital ini merupakan suaka penting bagi tiga spesies konservasi kunci: macan tutul Jawa, owa jawa (Hylobates moloch), dan elang Jawa.
Barito Renewables, melalui anak perusahaannya Star Energy Geothermal Salak, secara aktif mendukung upaya konservasi ini. Perusahaan ini merupakan yang pertama memegang izin pemanfaatan jasa lingkungan panas bumi di kawasan konservasi Indonesia.
Impact
per Desember 2024
Inti dari strategi perlindungan adalah inisiatif Garda Konservasi, tim patroli keamanan gabungan yang dibentuk pada tahun 2018. Tim ini terdiri dari personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi hutan TNGHS, dan unit keamanan Star Energy Geothermal Salak.
Mandat bersama mereka adalah melindungi dua aset nasional sekaligus: fasilitas pembangkit listrik (yang diklasifikasikan sebagai Objek Vital Nasional) dan keanekaragaman hayati Taman Nasional. Sinergi ini bertujuan untuk mencegah dan menangkal aktivitas ilegal, seperti penebangan liar, penambangan emas, dan perburuan liar.
Patroli dan status keamanan tinggi di kawasan panas bumi telah menciptakan “suaka” yang relatif tidak terganggu, berkontribusi pada tingkat hunian macan tutul Jawa yang tinggi di wilayah konsesi.
Star Energy Geothermal Salak menerapkan desain dan teknologi inovatif untuk memastikan produksi energinya berdampingan dengan alam. Sebagai contoh, untuk meminimalkan pembukaan hutan dan fragmentasi habitat, perusahaan menggunakan pengeboran terarah di bawah tanah dan membangun pipa bertingkat di atas tanah.
Pipa-pipa ini sengaja ditinggikan hingga ketinggian minimal 1,2 meter agar macan tutul Jawa dan mamalia darat lainnya dapat bergerak bebas di bawahnya, menjaga koridor satwa liar yang krusial.
Komitmen terhadap dampak rendah ini juga tercermin dalam program Eye on the Forest, yang menggunakan kamera jebakan untuk terus memantau macan tutul, mangsanya, dan satwa liar lainnya, menyediakan data penting untuk upaya pelestarian.
Program Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati

Garda Konservasi
Patroli kolaboratif antara berbagai instansi berwenang dan tim keamanan perusahaan untuk mengamankan taman nasional dan aset-aset penting.

Eco Innovation
Penerapan strategi pembangunan terkonsentrasi, pengeboran terarah, dan sistem pipa bertingkat guna meminimalkan jejak ekologis dan menjaga jalur pergerakan satwa liar.

Eye on the Forest
Pemantauan satwa liar secara berkelanjutan menggunakan kamera jebakan untuk mengumpulkan data mengenai Macan Tutul Jawa dan spesies lainnya di area operasional.

Eco Artificial Bridge
Pembangunan area penyeberangan untuk memfasilitasi pergerakan aman satwa arboreal (penghuni pohon) seperti owa, surili, dan lutung.

Green Corridor Initiative
Program yang berfokus pada pemulihan dan pelestarian koridor hutan yang menghubungkan Gunung Halimun dan Gunung Salak melalui restorasi habitat dan pemberdayaan masyarakat.
Citra satelit menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang berarti pada kehijauan hutan di sekitar operasional pembangkit listrik panas bumi Salak.
