Merespons Bencana Banjir Sumatra

Sebagai respons terhadap banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir tahun 2025, Yayasan Bakti Barito bersama Barito Pacific Group dan seluruh unit bisnisnya memobilisasi respons darurat terpadu untuk mendukung masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Melalui aksi kolektif dan kolaborasi erat dengan instansi pemerintah, mitra kemanusiaan, serta organisasi lokal, kami menyalurkan bantuan penting bagi keluarga yang terdampak oleh salah satu bencana alam paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Respons Darurat Terpadu

Bencana banjir ini menyebabkan hampir satu juta orang mengungsi, merusak rumah, memutus mata pencaharian, serta membatasi akses terhadap kebutuhan dasar. Menyadari urgensi kondisi tersebut, Barito Pacific Group mengaktifkan upaya bantuan terpadu yang melibatkan seluruh anak perusahaan, termasuk:

  • Chandra Asri Group

  • Star Energy Geothermal

  • Petrindo Jaya Kreasi (termasuk Petrosea)

  • Indo Raya Tenaga

Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Karang Taruna, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta kementerian terkait, guna memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling terdampak dan terisolasi.

Tempat Berlindung & Hunian Sementara

Dengan ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal, penyediaan hunian sementara menjadi prioritas utama.

Kami menyediakan tenda darurat berskala besar untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak, guna memberikan perlindungan, rasa aman, dan martabat di tengah situasi darurat.

Ketahanan Pangan & Kebutuhan Pokok

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak lanjutan akibat krisis, paket bantuan darurat yang disalurkan meliputi:

  • Beras dan bahan pangan pokok

  • Mi instan

  • Air bersih dan air mineral

  • Kebutuhan obat-obatan

  • Perlengkapan kebersihan, termasuk popok dan pembalut

Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian mendesak sekaligus mengurangi risiko kesehatan di lokasi pengungsian.