SAGARA: Inovasi Cegah Sampah Bocor Laut

Program SAGARA mencegah kebocoran sampah ke laut dengan memberdayakan masyarakat pesisir di Desa Anyer untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah di darat berdasarkan konsep ekonomi sirkular.

Melalui upaya edukasi dan pendampingan program SAGARA, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mendirikan Bank Sampah dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk mengelola sampah di Desa Anyar yang sebelumnya tidak terlayani oleh fasilitas pengangkutan sampah.

Dampak

per Desember 2024

ton sampah plastik yang dikelola dari sampah laut
0
orang yang berpartisipasi
0
ton total sampah yang dialihkan dari TPA
0
lahan yang digunakan untuk budidaya sayuran dan tanaman obat
0 m2
Credit: Chandra Asri Group. Click to expand.

Baik sampah plastik bernilai tinggi, seperti botol PET, wadah HDPE, dan plastik lainnya, maupun sampah plastik bernilai rendah dikirim ke IPST ASARI, pusat pengelolaan sampah terpadu yang diinisiasi oleh Chandra Asri Group.

Di IPST ASARI, sampah plastik bernilai tinggi dijual langsung ke pusat daur ulang, sementara sampah plastik bernilai rendah diubah menjadi minyak pirolisis (dengan merek PLUSRI® dari Chandra Asri). Minyak pirolisis ini, yang berfungsi sebagai bahan bakar alternatif setara diesel, minyak tanah, dan bensin, kemudian didistribusikan kembali untuk digunakan di dalam komunitas dan oleh para nelayan—sehingga menutup siklus.