MINYAKU: Manajemen Pengumpulan Minyak Jelantah untuk Lingkungan

MINYAKU (Manajemen Pengumpulan Minyak Jelantah untuk Lingkungan) merupakan program keberlanjutan inovatif yang digerakkan oleh Chandra Asri Group untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam ekonomi sirkular.

Didukung oleh Bakti Barito, MINYAKU mendorong partisipasi aktif komunitas dan pemuda dalam pengelolaan limbah, mengubah minyak jelantah rumah tangga menjadi bahan baku energi terbarukan ramah lingkungan yang bersertifikat.

Dampak

per Desember 2025

ton minyak jelantah terkumpul

0

orang berpartisipasi

0 +

insentif finansial per liter diberikan kepada peserta

Rp 0

Untuk memperluas jangkauan dan dampak edukatif dari MINYAKU, Bakti Barito mengintegrasikan program unggulannya, Green Guardians, ke dalam inisiatif ini.

Melalui Green Guardians, anak-anak sekolah belajar prinsip-prinsip ekonomi sirkular secara langsung dengan berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah yang terstruktur:

  • Edukasi Akar Rumput: Siswa mengumpulkan minyak jelantah bersih dari rumah mereka dan membawanya ke titik pengumpulan yang telah ditentukan di sekolah masing-masing.
  • Jaringan Sekolah yang Luas: Inisiatif ini melibatkan anak-anak sekolah di seluruh jaringan sekolah binaan Bakti Barito, yang tersebar di Garut, Cilegon, dan Jakarta Barat.
  • Membangun Kebiasaan Seumur Hidup: Dengan mengubah aktivitas pengumpulan sampah sehari-hari menjadi kegiatan sekolah, generasi muda menjadi duta lingkungan yang proaktif bagi keluarga dan lingkungan sekitar mereka.

Cara Kerja MINYAKU: Perjalanan Transformasi

Melalui sistem yang sederhana namun sangat efektif, merek milik Chandra Asri Group, TUKR, mengubah limbah menjadi biofuel yang bernilai:

  • Pengumpulan: Minyak jelantah dikumpulkan dari pabrik, restoran, dan hotel mitra, untuk kemudian diangkut oleh TUKR ke gudang terpusat.
  • Pengujian Kualitas: Setelah terkumpul dalam jumlah besar, minyak tersebut menjalani pengujian laboratorium yang ketat di gudang untuk memastikan bahwa minyak tersebut memenuhi permintaan spesifik dari perusahaan energi.
  • Standar Ketat: Minyak jelantah yang diekspor harus murni dan bebas dari kontaminasi, serta harus memenuhi persyaratan asam lemak tertentu, seperti sedikit di atas, di bawah, atau tepat di angka 5%.
  • Ekspor & Pemrosesan Global: Stok yang memenuhi syarat akan dipisahkan dan diekspor dalam partai besar ke perusahaan pembeli, tempat di mana limbah tersebut secara resmi diubah menjadi biofuel berkelanjutan.