Foto dan video dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Yayasan Sintas Indonesia.

Java-Wide Leopard Survey

Java-Wide Leopard Survey (JWLS) merupakan inisiatif nasional yang dipimpin oleh Kementerian Kehutanan. Upaya kolektif ini bertujuan untuk memantau dan memetakan populasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang berstatus kritis di seluruh habitat yang tersisa di Pulau Jawa. Dengan menggunakan kamera jebakan, pengamatan lapangan, dan pemetaan genetik, survei ini menyediakan data berharga untuk mendukung konservasi berbasis bukti bagi spesies yang sulit dijumpai ini.

Untuk kawasan Gunung Halimun-Salak, survei ini didukung oleh kemitraan yang kuat meliputi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), komunitas konservasi lokal, dan Barito Renewables (melalui Star Energy Geothermal Salak) sebagai sponsor regional yang berdedikasi.

Dampak di Gunung Halimun Salak

per Agustus 2026

macan tutul teridentifikasi di area Gunung Halimun-Salak

0

kamera trap

0

tingkat deteksi

0 %

sampel kotoran macan tutul yang dikumpulkan

0

Kerja sama ini menghasilkan temuan penting: kamera jebakan yang terpasang di TNGHS menangkap keberadaan macan tutul Jawa di 97,5% titik survei, yang mengonfirmasi distribusi luas spesies ini di seluruh kawasan.

Tantangan manajemen

"hati-hati perlintasan satwa liar" sign with a red car and pipes in the background.

Konflik dengan Manusia

Disebabkan oleh kepadatan yang terlalu tinggi, terutama di habitat berukuran kecil (<100 km²) dan menengah.

Perburuan Liar dan Perdagangan

Perburuan dan perdagangan yang dipicu oleh mudahnya akses ke habitat macan tutul Jawa.

Erosi Genetik

Sebagai akibat dari habitat yang terisolasi satu sama lain.

Conservation Gap

Minimnya informasi mengenai status populasi dan ancaman terhadap macan tutul Jawa.

Mitra Berdedikasi untuk Survei Macan Tutul Jawa se-Jawa di Kawasan Gunung Halimun Salak

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Logo