Edu-Ekowisata Mangrove

Melalui anak perusahaan kami, Chandra Asri Group, kami bangga dapat mendukung penuh Kawasan Edu-Ekowisata Mangrove Patikang Lestari.

Bertindak sebagai zona penyangga (buffer zone) yang vital bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, area pesisir seluas 9.500 meter persegi ini sedang diubah menjadi pusat yang berkembang pesat untuk konservasi, pendidikan, dan mata pencaharian yang berkelanjutan. Misi kami di sini sangat jelas: memaksimalkan karbon biru untuk mendukung tujuan dekarbonisasi Indonesia sekaligus memastikan komunitas pesisir setempat dapat hidup sejahtera.

Komunitas pesisir sering kali menghadapi ancaman ganda berupa perubahan iklim (abrasi, naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem) dan kerentanan ekonomi selama musim paceklik nelayan. Pendekatan kami melampaui sekadar penanaman pohon secara tradisional; ini adalah program inovasi sosial yang holistik. Dengan berkolaborasi erat bersama pemerintah desa setempat, pakar konservasi mangrove (IKAMaT), dan kelompok warga sekitar, kami membangun ekosistem tangguh yang didorong oleh prinsip-prinsip ekonomi sirkular.

Dampak

per Desember 2025

bibit mangrove ditanam

0

rel sepanjang beberapa meter yang dibangun menggunakan plastik daur ulang.

0

Konservasi Lingkungan & Karbon Biru

Ekosistem pesisir yang sehat adalah salah satu pertahanan terbaik kita terhadap perubahan iklim. Hutan mangrove bertindak sebagai penyerap “karbon biru” yang masif—menyerap dan menyimpan karbon secara lebih efisien dibandingkan hutan daratan.

  • Surga Keanekaragaman Hayati: Area ini mendukung flora vital seperti Rhizophora dan Sonneratia, yang melindungi dari erosi pantai sekaligus bertindak sebagai habitat bagi satwa liar setempat.

  • Perangkap Sampah Muara (Estuary Waste Trap): Untuk melindungi sistem akar yang rapuh ini dari sampah laut, kami memasang Perangkap Sampah fisik di sepanjang muara Citeureup. Infrastruktur penting ini menangkap sampah sungai yang mengapung sebelum dapat menyusup ke dalam hutan mangrove, sehingga menjaga ekosistem tetap bersih dan sehat.

Ekonomi Sirkular & Infrastruktur Berkelanjutan

Kami mendefinisikan ulang bagaimana limbah industri dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan ramah lingkungan.

  • Jalur Trekking Daur Ulang (Upcycled): Menggunakan limbah industri non-B3 (palet kayu yang masih layak), kami membangun jalur trekking layang yang luas, memungkinkan pengunjung menjelajahi hutan tanpa mengganggu dataran lumpur yang sensitif.

  • Kandang Kambing dari Plastik Daur Ulang: Melalui pendekatan unik terhadap pengelolaan limbah pertanian, kami menggunakan sampah plastik daur ulang untuk membangun kandang kambing warga. Hal ini mengatasi masalah plastik habis pakai sekaligus mengurangi Potensi Pemanasan Global (GWP) kami hingga lebih dari 950 kg CO2eq.

  • Edumaps & Saung Edukasi: Untuk mendukung aspek “Edu” dari Edu-Ekowisata, kami telah memasang Edumaps(papan informasi edukasi) yang komprehensif di seluruh area lokasi dan membangun Saung Edukasi untuk memandu serta mengedukasi pengunjung tentang pentingnya konservasi mangrove.

Memberdayakan Perempuan Pesisir Melalui Batik Berkelanjutan

Ketahanan ekonomi sangatlah vital. Pada tahun 2024, bersama IKAMaT, kami secara resmi membentuk Kelompok Mangrove Patikang Berseri (KMPB)—sebuah kelompok kolektif yang berdedikasi bagi perempuan pesisir setempat. Kami membekali mereka dengan pelatihan dan sumber daya untuk memproduksi batik premium yang ramah lingkungan yang terinspirasi dari hutan tersebut.

  • Pewarna Alami Ramah Lingkungan: Para perempuan ini mengumpulkan limbah propagul mangrove yang berguguran (khususnya Rhizophora) untuk mengekstraksi warna cokelat tanah yang kaya. Dengan hanya menggunakan limbah yang jatuh, tidak ada pohon hidup yang dirusak, dan tidak ada bahan kimia sintetis keras yang mencemari sistem tata air setempat.

  • Transformasi Ekonomi: Satu kilogram limbah propagul dapat menghasilkan 5.000 ml pewarna alami. Kain batik buatan tangan yang telah jadi ini menghasilkan pendapatan alternatif yang signifikan, serta mentransformasi ekonomi lokal selama masa-masa sulit saat musim paceklik.

Didorong oleh Kolaborasi

Perubahan yang berkelanjutan digerakkan oleh komunitas, untuk komunitas. Operasional harian dan aspek pariwisata di lokasi ini dengan bangga dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat, yakni Pokdarwis Putri Gundul. Melalui peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, studi banding, dan pelibatan pemangku kepentingan, masyarakat Patikang kini menjadi penjaga utama bagi garis pantai mereka.

Lihat Transformasinya

Sebelum Sesudah
Sebelum Sesudah